Rabu, 08 Juli 2020

Contoh Perjanjian Jual-Beli Rumah

(iStock)

Oleh:
Mahmud Kusuma, S.H., M.H.

Pada kesempatan terdahulu platform Hukumindo.com telah memuat beberapa artikel terkait dengan contoh perjanjian, diantaranya adalah Contoh Perjanjian Jual-Beli Tanah, Contoh Perjanjian Jual-Beli Mobil dan Contoh Perjanjian Sewa-Menyewa Rumah. Dan pada kesempatan ini akan dibahas mengenai Contoh Perjanjian Jual-Beli Rumah.

PERJANJIAN JUAL-BELI RUMAH

Pada hari ini ................tanggal ......... bulan ......... tahun ...........kami yang bertanda-tangan di bawah ini:

Nama: ........................., Jenis Kelamin: ................, NIK: ................Tempat/Tgl. Lahir:.............................., Pekerjaan: ...................., Alamat:..............................

Selanjutnya disebut sebagai “Pihak Pertama” (Penjual).

Nama: ........................., Jenis Kelamin: ................, NIK: ................Tempat/Tgl. Lahir:.............................., Pekerjaan: ...................., Alamat:..............................

Selanjutnya disebut sebagai “Pihak Kedua” (Pembeli).

Pihak Pertama” (Penjual) dan kemudian “Pihak Kedua” (Pembeli) untuk selanjutnya disebut dalam perjanjian ini sebagai “Para Pihak”.

Kedua belah pihak dengan ini menerangkan bahwa Pihak Pertama menjual kepada Pihak Kedua berupa bangunan dan tanah yang berdiri di atas Sertifikat Hak Milik Nomor: ...............yang terletak di alamat lengkap ……………………………………………, dengan ukuran tanah: panjang ……M2 ( ………………………………………meter), lebar …… M2 (…………………………………meter), luas tanah .................................. M2 ( ……………………meter persegi), dan luas bangunan ...........X..........M2 ( ……………………meter persegi).

Kedua belah Pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam perjanjian ini dengan syarat-syarat sebagaimana berikut:

Pasal 1
Perpindahan Kepemilikan
  1. Perjanjian jual-beli ini berlaku lima hari setelah ditandatanganinya perjanjian ini dan akan berakhir setelah rumah berpindah status kepemilikannya kepada Pihak Kedua.
  2. Proses perpindahan kepemilikan rumah akan diurus oleh Pihak Kedua berikut tanggungan yang timbul dan Pihak Pertama hanya akan membantu kelancaran kepengurusan saja.
  3. Perpindahan kepemilikan hanya akan diproses setelah semua kewajiban Pihak Kedua dipenuhi.

Pasal 2
Nilai Jual Bangunan dan Tanah
  1. Rumah dijual seharga Rp...................,- (..............................Rupiah).
  2. Uang muka penjualan rumah adalah sebesar Rp. .........................,- (......................Rupiah) yang harus sudah dibayar oleh Pihak Kedua secara tunai oleh Pihak Pertama pada saat ditandatanganinya perjanjian ini.
  3. Pembayaran berikutnya akan dilakukan 2 (dua) bulan dari tanggal penandatangan perjanjian ini untuk kepengurusan KPR oleh Pihak Kedua.
  4. Pembayaran dianggap lunas bila pembayaran sudah mencapai nilai jual yang telah disepakati.

Pasal 3
Keterlambatan Bayar
  • Keterlambatan pembayaran dari tanggal pada Pasal 2 butir (3) di atas akan dikenakan pembatalan perjanjian jual-beli.

Pasal 4
Kewajiban-kewajiban Lain
  1. Pihak Pertama wajib membayar iuran Pajak Bumi dan Bangunan sampai proses pemindahan kepemilikan selesai.
  2. Pihak Kedua wajib membayar iuran listrik rumah dan iuran warga setempat.
  3. Pihak Kedua tidak diperkenankan untuk mengubah fungsi serta peruntukan sebagai rumah tinggal sampai pembayaran dianggap lunas.

Pasal 5
Lain-lain
  1. Pihak Kedua atas tanggungan sendiri dapat melakukan perubahan pada rumah yang tidak akan mengubah konstruksi dan NJOP dan tambahan tersebut harus merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan menjadi milik Pihak Pertama.
  2. Perubahan sebagaimana dimaksud dalam butir ayat (1) Pasal ini harus dengan izin tertulis dari Pihak Pertama.
  3. Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua bahwa selama masa perjanjian ini berlaku, Pihak Kedua tidak akan mendapatkan tuntutan atau gugatan dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak atas tanah dan rumah tersebut.
  4. Pihak Kedua akan mendapatkan hak kepemilikan secara penuh apabila pembayaran telah dinyatakan lunas.
  5. Segala kerusakan kecil maupun besar dari rumah tersebut menjadi tanggungan sepenuhnya dari Pihak Kedua tanpa kecuali.
  6. Segala ketentuan yang belum diatur dalam perjanjian ini akan diatur selanjutnya dalam addendum/amandemen yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perjanjian ini dan akan diputuskan secara besama.
  7. Apabila terjadi sengketa atas isi dan pelaksanaan perjanjian ini, kedua belah pihak akan menyelesaikannya secara musyawarah.
  8. Apabila penyelesaian secara musyawarah tidak berhasil, maka kedua belah pihak sepakat untuk memilih domisili hukum dan tetap di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri........................

Perjanjian ini dibuat dan ditanda tangani oleh Para Pihak dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Perjanjian ini dibuat rangkap dua dan dibubuhi meterai cukup dan keduanya mempunyai kekuatan hukum yang sah.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA



(___________) (___________)

Saksi-saksi

Saksi Pihak Pertama Saksi Pihak Kedua



(___________) (___________)

__________________________


Referensi: "Mengurus Sendiri Surat-surat Penting dan Surat Izin Usaha", Burhanudin Ali, SDB, Jakarta, Hi-Fest Publishing, 2008, Hal.: 192-194.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mr. Iskak Tjokroadisurjo, Membuka Kantor Hukum Pertama di Batavia

( id.Wikipedia.org ) Oleh: Mahmud Kusuma, S.H., M.H. Terdahulu  platform  Hukumindo.com telah membahas profile " Kisah Ketua MA Pertam...